Terapi Ozon Obati Penyakit Degeneratif

OzonePANGKALPINANG, BANGKA POS – Terapi Ozon sangat berguna dalam meningkatkan kondisi kesehatan melalui beberapa mekanisme kerja gas Ozon medis di dalam tubuh. Terapi Ozon menggunakan metode yang sederhana dan tidak memberi efek samping, dan gas Ozon bukan obat yang harus diminum, sehingga sangat aman.
Terapi Ozon dalam dunia medis menunjukkan bahwa selain memberi efek yang menakjubkan dalam penyembuhan luka-luka luar, gas Ozon di dalam tubuh manusia dapat bekerja efektif dalam membantu peningkatan fungsi peredaran darah. Meningkatkan daya imunitas tubuh dan meningkatkan kualitas kesehatan secara umum.
“Terapi Ozon ini sudah kita gunakan sejak November 2011 lalu, cukup banyak pasien yang sudah merasakan manfaat dari terapi ini,” kata Pemilik Klinik Intan Medika (KIM), dr Hendry Jan kepada Bangka Pos Group, Selasa (3/12).
Terapi Ozon digunakan sebagai tambahan atas pengobatan konvensional yang ada saat ini. Karena itu, hal yang biasa jika ahli naturopati dan ahli homeopati di Jerman menggunakan terapi ozon dalam bagian praktik medisnya. Di Indonesia ozon mulai populer sebagai terapi komplementer sejak tahun 1992 lalu.
“Di Indonesia sendiri telah berdiri Perhimpunan Dokter Seminat Terapi Ozon Indonesia (Pertozi), dan Klinik Intan Medika menjadi salah satu anggotanya,” kata dr Hendry.
Dijelaskannya, Ozon adalah bentuk gas oksigen yang terjadi ketika gas itu melewati medan listrik bertegangan 20.000 volt. Pada saat itu, lanjutnya, sebagian oksigen berubah dari O2 menjadi O3. Ketika berada di dalam darah, ozon yang reaktif dan labil akan kembali menjadi O3 dengan melepaskan singlet oksigen dan energi photon yang sangat bermanfaat untuk menetralisasi radikal bebas.
“Darahpun kembali memiliki kemampuan lebih untuk membawa dan melepaskan oksigen dan nutrisi penting ke seluruh jaringan tubuh. Hasilnya, metabolisme tubuh akan membaik,” ujarnya.
Proses itu juga akan membuat molekul pembawa energi kimia semakin meningkat.
“Hal ini menjadikan kita lebih bertenaga, sehingga dengan sendirinya penyembuhan penyakit berlangsung lebih cepat. Itulah kenapa ozon bermanfaat untuk mencegah dan mengobati berbagai gangguan penyakit, selain itu terapi Ozon biasa dipergunakan untuk tujuan preventif,” tuturnya.
Pada penderita diabetes mellitus, ozone therapy bermanfaat untuk menurunkan kadar gula dalam darah, meningkatkan fungsi pankreas secara maksimal dalam produksi insulin, melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan sistem antioksidan, meningkatkan sistem imun, dan memaksimalkan oksigenasi ke seluruh jaringan.
Aplikasi ozon therapy juga dapat menyembuhkan ulkus pada diabetic foot (luka/borok pada kaki) yang mengakibatkan harus dilakukan amputasi pada jari atau bahkan kaki penderita. Dengan pemberian ozone therapy, baik secara langsung pada luka, maupun kedalam darah melalui Ozonated Saline Infussion dan Apheresis (Polyatomic Oxygen Ozon Apheresis Therapy), tindakan amputasi dapat dihindari hingga 40 persen dari kasus diabetic foot .
Sementara pada penderita stroke, ozone therapy bermanfaat untuk memberikan oksigen medis ke seluruh tubuh, melancarkan sirkulasi darah ke otak, membuka dan mencegah penyempitan saluran darah ke otak, mencegah kerusakan sel-sel otak lebih lanjut karena kekurangan oksigen, merehabilitasi pasien pasca serangan stroke agar fungsi organ tubuh yang terganggu dapat pulih  kembali. Selain itu, ozone therapy juga membantu meningkatkan sistem imun dalam tubuh, mengendalikan kadar kolesterol dan tekanan darah yang sering menjadi pemicu terjadinya serangan stroke berulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>